Monday, December 17, 2018

Atraksi Pesona 111 Kuda Renggong Sumedang 2018

Atraksi Pesona 111 Kuda Renggong Sumedang 2018


Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Olahraga Kabupaten Sumedang, Ketua Paguyuban Seni kuda Renggong beserta jajaran pengurus, para tokoh seni dan budaya dan tamu undangan lainnya.

Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan Bersama Kabid Pemasaran Area 1 Kementerian Pariwisata RI Wawan Gunawan, Ketua Sadar Wisata Maman Imanulhaq dan unsur Forkopimka Kecamatan Tanjungkera bertempat di Alun-Alun Desa Kertamekar Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang, Rabu (12/12/2018).

Atraksi 111 Kuda Renggong berlangsung meriah.
Pesona Kuda Renggong membuat ribuan penonton memadati lokasi pertujukan
Atraksi Kuda Renggong sudah dimulai pukul 08.00 pagi. Ke-111 Kuda Renggong tersebut, kompak bergoyang, berjingkrak, menari, dan bermain silat mengikuti irama musik.
Kabid Pemasaran dari Kementrian Pariwisata Wawan mengatakan Tahun 2018 kementrian pariwisata sudah dua kali mendukung event pesona kuda renggong.

“Mudah-mudahan dengan jumlah kuda renggong 500 ekor tahun depan akan dilaksanakan festival Atraksi 500 kuda renggong di Kabupaten Sumedang, dengan diharapkan dengan banyaknya event kuda renggong dapat mempesona di Sumedang hingga di kancah Internasional,”.
ini adalah hajat bersama antara Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumedang, dengan Masyarakat Sadar Wisata (Masawita) dan Yayasan Seni Kuda Renggong Sumedang (Yaskures). 
“Tujuannya, tentu untuk mengembangkan potensi wisata budaya di Kabupaten Sumedang. Saya berharap ini bisa menjadi agenda tahunan, sehingga bisa menarik wisatawan dari luar daerah,” 

Pada acara ini peserta di kasih kupon undian, salah satu hadiahnya ya itu berupa kuda
 

untuk melihat videonya silahkan ke link bawah ini

Thursday, November 29, 2018

Festival Kuda Renggong Paseh Sumedang 2018

Festival Kuda Renggong se-Kabupaten Sumedang tahun 2018 Berlangsung di Lapang Sepak Bola M.didi Desa Legok Kidul  Kecamatan Paseh, Minggu, 25-11-2018


Acara dibuka langsung oleh Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir, ST.,MM  dengan pemukulan gong sebanyak lima kali. Dihadiri oleh Forkopimda, Kadisbudparpora, Camat Paseh, Ketua Yayasan Kuda Renggong, Para Kades, Tokoh Masyarakat seni dan Budaya. Di Hadiri 22 Kecamatan Dan 66 Kudarenggong...
Berikut Adalah Video Yang Saya Upload 

 http://www.youtube.com/c/Yansmaulana 

Monday, November 19, 2018

Kuda Renggong Sumedang

disini syh akan berbagi informasi tentang asal usul KudaRenggong

Asal Mula Kuda Renggong

Menurut salah satu tokoh kuda Renggong sekaligus pemilik Kuda Renggong “Ekem Laksana” Bapak Arip di Desa Cikole Kecamatan Cimalaka – Sumedang, Kuda Renggong adalah sebutan bagi kuda yang pandai menari. Karena Kata “Renggong” artinya penari. Kuda Renggong adalah kudaa penari. Kata Renggong mengambil dari kata “Ronggeng” yang artinya oraang yang berprofesi sebagai penari yang pada umumnya diperankan oleh perempuan. Karena istilah itu digunakan untuk binatang peliharaan, maka kata Ronggeng dirubah menjadi Renggong, untuk sekedar membedakan maksud dan tidak disamakan dengan manusia.


Informasi lain diperoleh dari Aki Eme salah satu tokoh seni Kuda Renggong di Desa Hariang, Kec. Buahdua - Sumedang, menambahkan bahwa Kuda Renggong adalah kesenian tradisional asli Sumedang yang keberadaanya di mulai di Desa Buahdua yang pada waktu itu masih berada di wilayah Kecamatan Conggeang (sebelum dimekarkan menjadi Kec. Buahdua).  Pemilik Kuda Renggong pertama bernama Aki Alsipan yang kala itu memiliki banyak kuda yang diabur (digembalakan bebas) di sekitar hutan Desa Buahdua. Selanjutnya diikuti oleh beberapa orang pemilik kuda yang mengikuti jejaknya melatih kuda menjadi kuda renggong dan menyewakan pertunjukan kuda renggong kepada masyarakat dengan iringan musik Kendang Pencak.


Pendapat lain tentang asal mula Kuda Renggong Sumedang seperti dikemukakan oleh salah satu pengamat Budaya di Sumedang Bapak Didi,dalam Coutesy Youtobe yang berjudul “Kuda Renggong, Palias Laas Ku Mangsa” menyatakan bahwa pertunjukkan kuda Renggong sebagai seni kuda menari diawali pada tahun 1910 di tempat kediaman Dalem (Bupati jaman dahulu) Sumedang pada acara khitanan cucu “Kanjeng Dalem”.


Kedua pendapat tersebut  tentunya sangat terkait, dimana tumbuhnya seni Kuda Renggong di masyarakat diilhami oleh adanya “even” pertunjukan Kuda Renggong pertama yang dilaksanakan di Kedaleman Sumedang yang pada saat itu dianggap sukses karena unik dan sekaligus menarik minat masyarakat untuk mengembangkannya. Dan terbukti pada masa-masa selanjutnya seni tradisonal ini begitu populer di kalangan masyarakat sumedang, dan seolah-oleh menjadi kalimat wajib menyewa Kuda Renggong jika mengadakan perta atau hajatan khitanan anak.